Alvaro Morata Ungkap Jasa besar Buffon Dalam Karirnya

15/04/2017

Dikatakan oleh Bintang Real Madrid tersebut bahwa sang kapten Juventus telah membuat mentalnya bangkit setelah sempat terpuruk dari ddakansahug ikatakan oleh Bintang Real Madrid tersebut bahwa sang kapten Juventus telah membuat mentalnya bangkit setelah sempat terpuruk.



Alvaro Morata, penyerang muda asal Spanyol tersebut belum lama mengungkap peranan besar seorang gianluigi Buffon, penjaga gawang dan Kapten Juventus, dalam karirnya. Sebagaimana diketahui, Morata memang sempat membela Juventus selama dua musim.

Pada periode tersebut, pemain yang akhirnya kembali membela Real Madrid ini mencatatkan trofi-trofi bergengsi termasuk dua Scudetto. Dia bermain bagus sebelum akhirnya pulang ke Santiago Bernabeu. Namun, semasa berkostum Juve, pernah ada masa dimana Morata merasa mentalnya terpuruk, dan akhirnya Buffon lah yang memperbaiki situasi terebut.

"Orang-orang terkadang menilai kami seperti sebuah mesin, mereka seolah tidak mau tahu bahwa para pemain juga manusia yang punya masalah di luar lapangan, seperti masalah dengan keluarga. Anda memiliki perasaan, Anda bisa membuat kesalahan, karena Anda hanyalah manusia biasa,"

"Saya seperti mulai tersesat. Saya pergi di usia yang muda dan berjuang untuk bisa bermain bagi klub sebesar Juve. Ketika itu saya pindah ke Turin dengan Real Madrid yang punya hak untuk membeli saya lagi, jadi saya sama sekali tuidak tahu tentang masa depan, dan saya tidak bisa menentukan hal tersebut."

"Pernah suatu hari, ketika saya menjalani sesi latihan di Juventus, latihan yang rutin, dan saat itu situasinya sangatlah buruk, saya bahkan tidak bisa mengontrol bola, bisa dikatakan itu adalah yang terburuk dalam karir saya. Fisioterapis bertanya pada saya soal apa yang salah, apa yang terjadi, dan saya berkata bahwa saya sedang sedih dan ingin menangis."

"Ketika itu saya berada di meja perawatan dan kebetulan ada buffon di sebelah saya, kami kemudian berbicara empat mata, dia lantas mengatakan 'jika kamu ingin menangis, maka menangis lah di rumah'. Orang yang berharap saya gagal akan senang melihat kondisi saya seperti itu dan sebaliknya orang yang berharap saya sukses akan sedih jika melihatnya," Demikian ujar Morata kepada The Guardian.